Indonesiaku merdeka

67 tahun Indonesiaku merdeka …
Tpi,tak jarang garudaku mrintih sedih …
Turut mnangis brsma rakyat Indonesia …
Tak brhenti brharap kegelapan segera sirna dari negeri ini …
Garudaku,sedih melihat para penjilat yg mrenggut hak rakyat jelata …
Iba mlihat budayanya yg bnyk trperangkap negara lain …
Jutaan harapan diletakkan di punggung garudaku …
Diriku, dirimu, kita smua brharap agar garuda kmbli trsenyum mmandang masa depan tanah air ini …

Hmmm , kemerdekaan yg layak’a sbuah fatamorgana inikah yg kita banggakan kpda pra pahlawan di masa lalu … ?
Come on man , negara ini blum merdeka … !
Stidak’a blum merdeka dri jajahan kesengsaraan di atas pnderitaan rakyat …

A DREAM OF THE UNKNOWN

== A DREAM OF THE UNKNOWN ==

I DREAM’D that as I wander’d by the way
Bare winter suddenly was changed to spring,
And gentle odours led my steps astray,
Mix’d with a sound of waters murmuring
Along a shelving bank of turf, which lay
Under a copse, and hardly dared to fling
Its green arms round the bosom of the stream,
But kiss’d it and then fled, as thou mightest in dream.

There grew pied wind-flowers and violets,
Daisies, those pearl’d Arcturi of the earth,
The constellated flower that never sets;
Faint oxlips; tender bluebells, at whose birth
The sod scarce heaved; and that tall flower that wets—
Like a child, half in tenderness and mirth—
Its mother’s face with heaven-collected tears,
When the low wind, its playmate’s voice, it hears.

And in the warm hedge grew lush eglantine,
Green cow-bind and the moonlight-colour’d may,
And cherry-blossoms, and white cups, whose wine
Was the bright dew yet drain’d not by the day;
And wild roses, and ivy serpentine
With its dark buds and leaves, wandering astray;
And flowers azure, black, and streak’d with gold,
Fairer than any waken’d eyes behold.

And nearer to the river’s trembling edge
There grew broad flag-flowers, purple prank’d with white,
And starry river-buds among the sedge,
And floating water-lilies, broad and bright,
Which lit the oak that overhung the hedge
With moonlight beams of their own watery light;
And bulrushes, and reeds of such deep green
As soothed the dazzled eye with sober sheen.

Methought that of these visionary flowers
I made a nosegay, bound in such a way
That the same hues, which in their natural bowers
Were mingled or opposed, the like array
Kept these imprison’d children of the Hours
Within my hand,—and then, elate and gay,
I hasten’d to the spot whence I had come
That I might there present it—oh! to Whom?

Di balik kerudung

Di balik kerudung

Di setiap hembusan nafasku
Wajah dan tutur sapamu
Selalu menggelora dalam jiwa dan ragaku
Yang membuat perasaan tak menentu

Hidup ini sunyi
Tanpa canda dan tawamu
Hidup ini hampa tanpa hadirmu
Senyum yang manis selalu merona dalam ingatku

Di setiap gerak gerik langkahmu
Selalu menyisahkan kesan yang anggun
Wahai gadis dibalik kerudung
Siapakah dirimu ?

Apakah dirimu malaikat suci dari khayangan
Memakai kerudung putih symbol kesucian
Engkau laksana cahaya pelangi
Yang selalu menjadi pusat perhatian

Semua mata tertuju padamu
Karena keindahan dan keanggunanmu
Wahai gadis di balik kerudung
Siapakah dirimu sebenarnya ?
Yang selalu mengundang senyum dan bahagia

Merdeka

Merdeka

Pahlawan tanpa pamrih
berjuang untuk 1 tekad dan tujuan
Merdeka,,,,
bebas dari penjajah….
punya hak,kewajiban dan mendambakan kedaulatan,,,,
cucuran darah mengalir bertumpahan
hingga jadikan indonesia tanah surga….
pahlawan merdekakan Indonesiaku
kau kibarkan merah putihku,,,,
nyawa kau taruhkan tuk hdupnya bangsa,,,
semangat merdeka jadikan sebuah persatuan
tuk bersatu lawan dan usir penjajah
dari Indonesia tumpah darah….
MERDEKA,,,,,MERDEKA,,,,,MERDEKA,,,,
17 august 1945

Terlanjur Luka

Perlahan aku berfikir tak akan mengenalnya lagi
Tak seharusnya aku ratapi cinta yang tak semestinya aku sesali
Namun mengapa rasa ini begitu menusuk jiwa ku
Kau berjanji akan tetap menemani ku
Tapi hanya kebohongan yang aku dapati
Kenapa aku harus mempercayai semua ucapan mu. .????

Aku sudah terlanjur luka
Aku yakin suatu saat kau akan merasakan apa yang ku rasakan
Aku tak ingin mengenal mu lagi
Biarlah sekarang,besok dan seterusnya aku tetap begini
Menikmati detik demi detik perjalanan hidup ku
Tanpa harus merasakan luka yang seperti ini

Sempurna saat Pertama

Awalnya kau buat sempurna dimataku
kau buat sempurna semua
hingga aku mulai terlena dengan ini semua
aku terlena dengan hangatnya cintamu
dengan indahnya cinta, kasihmu
yang sudah sekian lama aku inginkan darimu

Tapi sekian lama kita bersama
kita jalani semua, kukira kau kan setia
seperti aku yang mencoba setia untukmu
setia mendampingimu
namun semua itu sirna….

Setelah kau hancurkan semua
semua cinta, kasihku, dan harapanku
teganya kau duakanku dengan dia
kau hianati cinta kita demi dia