Cara diet yang salah dalam menurunkan berat badan

Dalam masyarakat saat ini dikenal berbagai jenis diet untuk menurunkan berat badan secara cepat. Tak jarang di antara mereka melakukan diet tanpa mempertimbangkan efek buruk yang ditimbulkan. ”Diet yang baik adalah yang dapat mengurangi berat badan paling banyak 1 kg per minggu,” ujar dr Sri Sukmaniah, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

Sedangkan program-program diet yang banyak ditawarkan kepada masyarakat, menurut Sri, tampaknya perlu diwaspadai. Betapa tidak, mereka memberi iming-iming yang sungguh bombastis yaitu menurunkan berat badan sampai 10 kg dalam sebulan.

Ada dua alasan umum mengapa orang ingin menurunkan berat badan, yakni (1) agar tubuhnya kelihatan indah, dan (2) supaya jauh dari berbagai penyakit.  Kedua alasan tersebut adalah baik.  Akan tetapi, banyak yang melakukannya dengan cara yang kurang tepat dan bahkan berbahaya bagi kesehatan.  Kemungkinan, ini disebabkan oleh populernya maupun mudahnya cara tersebut.  Oleh karena tindakan itu dapat merugikan, maka marilah kita perbincangkan kelemahan dari beberapa cara yang salah untuk menurunkan berat badan seperti yang terdapat di bawah ini.

Ada yang berusaha menurunkan berat tubuh dengan tidak makan pagi maupun siang, lalu makan besar pada malam hari.  Makanan “biasa” satu kali satu hari tidaklah cukup.  Sebab tubuh tidak akan dapat memperoleh gizi yang cukup sehingga tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.  Setelah makan “besar” pada malam harinya, tubuh akan sangat dibebani oleh makanan itu karena umumnya, malam adalah waktu untuk beristirahat secara fisik.  Kemudian, energi yang sisa yaitu yang tidak terpakai oleh tubuh malam itu akan disimpan dalam bentuk lemak.  Semua gizi yang dibutuhkan oleh tubuh harus disuplai secara teratur.  Itulah sebabnya setiap orang perlu makan secara teratur.
Lebih jauh Sri menyebutkan ada empat jenis diet yang berbahaya itu, yakni diet puasa, diet VLCD (Very Low Calorie Diet), diet rendah karbohidrat-tinggi protein-tinggi lemak, dan fad diet (contohnya: diet rendah kalori).

Keempat jenis diet tersebut bisa menimbulkan gangguan-gangguan yang berbeda namun sama bahayanya. Diet VLCD misalnya, bisa menimbulkan gangguan antara lain tubuh kehilangan banyak cairan, protein, elektrolit natrium dan kalium. ”Ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan organ tubuh lainnya.”

Sementara itu, gangguan yang bisa ditimbulkan oleh pelaksanaan diet rendah karbohidrat-tinggi protein-tinggi lemak juga tidak kalah berbahayanya, yakni menghasilkan banyak zat racun yang berbahaya bagi tubuh dan membebani kerja organ hati dan ginjal untuk membuang zat-zat racun tersebut. Diet jenis ini juga meningkatkan resiko kekurangan zat-zat gizi penting, antara lain vitamin C, dan B1.

Jadi, diet seperti apa yang sebaiknya diterapkan? Yang terbaik, menurut Sri, adalah menerapkan diet rendah kalori seimbang serta tinggi serat. Caranya, makanlah banyak sayur dan buah. Gampang bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s