Cara Agar Anak Mau Mengerjakan PR

agar anak rajin mengerjakan PRButuh waktu berjam-jam setiap hari untuk meminta anak membuat pekerjaan rumahnya? Anda tidak sendiri, karena banyak orangtua mengalami kesulitan yang sama.

“Setiap keluarga punya keluhan berbeda, tapi intinya tetap sama. Mulai dari anak yang menolak membuat PR, mau mengerjakan tapi tidak pernah selesai, ada yang mengerjakan asal-asalan lalu tidak dibawa ke sekolah esok harinya,” kata Drew Edwards, Profesor Psikologi dari Wake Forest University.

Beruntunglah para orangtua yang menyekolahkan anak di sekolah yang memiliki sistem pemberian buku tugas, sehingga Anda bisa dengan mudah memeriksa apa saja yang perlu dikerjakan oleh anak. Sementara jika anak tidak memiliki buku tugas dari sekolah, sebaiknya minta anak untuk membuatnya, anjur Edwards yang juga penulis How to Handle a Hard-to-Handle Kid.

Sementara untuk mendorong anak untuk memiliki kesadaran mengerjakan PR-nya setiap hari, Edwards menyarankan beberapa hal berikut:

 
  • Tempat yang tepat. Tidak harus di kamar belajar khusus, namun cari tempat yang nyaman untuk anak. Sebagian anak suka mengerjakan PR-nya bersama dengan saudaranya, tapi ada juga yang lebih suka sendirian agar bisa berkonsentrasi. Ajak anak mencoba beberapa spot di rumah hingga dia menemukan tempat belajar paling tepat. Tapi yang jelas, bukan di depan televisi, ya.
  • Waktu yang pas. Apakah segera setelah mereka pulang sekolah? Atau sebelum makan malam? Atau sesudah makan malam? Anda bisa mencoba salah satu waktu dan menerapkannya selama dua minggu. Jika tidak berhasil, coba waktu yang lain dan jalankan selama dua minggu berikutnya.
  • Temukan cara untuk mengawalinya. Apakah anak lebih suka mengerjakan PR yang sulit dulu, atau yang mudah? Edwards menyarankan agar Anda menawarkan beberapa pilihan, kemudian anak memutuskan mana yang mereka sukai.
  • Mintalah anak fokus. Singkirkan buku-buku atau benda lain yang bisa mengganggu konsentrasi, ketika anak sedang mengerjakan PR-nya. “Tumpukan buku bisa membuat anak jadi tidak bisa berfokus pada PR yang sedang dikerjakan,” kata Edwards.
  • Carilah pola pengawasan yang sesuai. Idealnya, Anda perlu mengawasi anak saat belajar. Coba teliti sejauh mana pengawasan yang diperlukan oleh anak. Apakah Anda butuh membagi-bagi waktu belajarnya menjadi beberapa sesi yang diselingi waktu istirahat, atau dia sanggup untuk belajar beberapa jam tanpa henti?
sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s