5 Fakta Menarik Film ‘Java Heat’

Film drama action kolaborasi aktor Indonesia dan Hollywood ‘Java Heat’ telah menyelesaikan masa produksinya. Sebelum nonton aksi Ario Bayu bersama Kellan Lutz dan Mickey Rourke, simak beberapa fakta menarik dari film tersebut.

1. Film Kedua Connor Allyn

‘Java Heat’ merupakan film kedua Connor Allyn setelah ‘Merah Putih’. Ia juga menulis skenario untuk film tersebut bersama sang ayah, Rob Allyn lewat bendera Margareth House Films.

2. Bertabur Bintang

Sutradara Connor Allyn menampilkan banyak bintang terkenal di filmnya. Dari Indonesia ada Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Verdi Solaiman dan Mike Lukock. Sementara dari Hollywood, ia menggaet aktor peraih nominasi Oscar, Mickey Rourke serta bintang ‘Twilight’ Kellan Lutz.

3. Adegan Aksi yang Seru

Sebagai film yang mengangkat tema pencurian berlian dan aksi terorisme, Connor Allyn menampilkan banyak adegan aksi yang seru. Ledakan bom bunuh diri, tembak-tembakan, hingga kejar-kejaran mobil tersaji lengkap.

4. Diproduksi dengan Biaya Rp 145,5 Miliar

‘Java Heat’ diproduksi dengan biaya yang sangat besar, US$ 15 juta atau sekitar Rp 145,5 miliar. Dana tersebut didapatkan Connor dari investor di Amerika Serikat.

Meskipun pembiayaannya datang dari Negeri Paman Sam, Connor menolak jika ‘Java Heat’ disebut sebagai film impor. Sebagian besar pemain dan kru yang terlibat adalah orang Indonesia, demikian juga keseluruhan lokasi syuting.

5. Film Pertama yang Syuting di Candi Borobudur

Sutradara Connor Allyn melakukan sebagian besar proses syuting film ‘Java Heat’ di Yogyakarta. ‘Java Heat’ pun menjadi film pertama yang melakukan pengambilan gambar di stupa Candi Borobudur.

Untuk mendapatkan izin tentunya tak mudah. Connor dan tim produksinya kemudian mengunjungi semua pihak yang terkait dengan candi tersebut untuk menjelaskan maksud dan tujuan mereka syuting di stupa.

Java Heat’ akan terlebih dahulu ditayangkan di bioskop Tanah Air pada 18 April mendatang. Setelah itu, film tersebut akan dirilis di bioskop AS pada 10 Mei, dilanjutkan di Inggris, Australia, Jepang, dan negara lainnya

Dengan menampilkan aktor sekaliber Mickey Rourke, sutradara Connor Allyn tentunya ingin membawa ‘Java Heat’ ke tingkat yang lebih tinggi setelah ikut menggarap ‘Merah Putih’. Bagaimana hasilnya?

Selain menggandeng aktor pemenang Golden Globe dan peraih nominasi Oscar sebagai salah satu bintang utamanya, Connor juga menampilkan Kellan Lutz yang sebelumnya tampil di Twilight Saga sebagai Emmet. Dua formula tersebut menjadi modal awal bagi Connor agar filmnya bisa menarik perhatian sekaligus menembus pasar internasional.

Tetapi, para aktor-aktor Indonesia yang tampil di film ini bukanlah sekadar tempelan. Ario Bayu –yang mendapat porsi paling besar dari aktor lokal lainnya– dengan baik memerankan polisi muslim bernama Hashim.

Ia membawa karakternya sebagai anggota Datasemen 88 yang kritis, penuh analisis, dan tak mau begitu saja didikte oleh Jake (Kellan Lutz), mantan anggota militer AS yang akhirnya bekerjasama dengannya untuk mengungkap kasus misterius yang didalangi Malik (Mickey Rourke).

Ada juga Verdi Solaiman yang berperan sebagai mafia yang menjalankan roda bisnis mulai dari klub malam, narkoba, hingga penyedia jasa wanita pekerja seks untuk kalangan atas. Meskipun tampil hanya sebentar, namun karakter Verdi sanggup meninggalkan bekas di benak penonton.

Atiqah Hasiholan tampil sebagai putri keraton yang diculik Mickey, sementara Rio Dewanto berperan sebagai rekan kerja Hashim yang tegas. Mike Lucock memerankan karakter Achmad, muslim yang kehilangan arah sehingga menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ‘jihad’-nya.

Dari segala macam karakter yang ditampilkan, Connor dan produser Rob Allyn ingin menyuguhkan tontonan yang tak hanya adegan laga, tapi juga konflik kultural antara para karakter-karakternya.

“Film ini juga bercerita lebih dalam tentang konflik kultural antara Barat dan Timur. Ini sungguh sebuah film tentang budaya dan oleh karenanya kami ingin membuat film ini di Jawa, tanah yang sangat sarat dengan budaya,” papar Rob.

Dalam film yang menyajikan unsur kultur di dalamnya, ‘Java Heat’ juga tak luput dari perdebatan. Ada beberapa adegan yang terkesan klise seperti tokoh Achmed (Mike Lucock) yang masuk ke klub malam dengan baju koko lengkap dengan peci. Bahkan orang-orang di sekitarnya tetap asyik berjoget tanpa menghiraukan keberadaannya.

Belum lagi adegan dengan latar sebuah tempat hiburan malam. Ada tokoh pria yang menawarkan jasa PSK hingga waria pada karakter Jake, namun ketika ditawari minuman beralkohol, ia menolak dengan alasan, ‘Saya muslim’.

Namun terlepas dari itu semua, ‘Java Heat’ yang diproduksi dengan biaya US$ 15 juta itu mampu menghadirkan tontonan yang cukup menghibur dan menegangkan. Adegan aksinya seru, lengkap dengan tembak-menembak, tembakan roket, hingga tabrak-tabrakan mobil. Namun, porsinya memang kurang banyak untuk membuat ‘Java Heat’ dikategorikan sebagai film action.

Cerita yang digarap dan dikembangkan selama tiga tahun oleh Connor juga penuh konflik yang menarik dengan menyisipkan kejutan-kejutan di dalamnya. Yang jelas, film ini akan lebih seru jika Anda tonton di bioskop daripada mencari DVD bajakannya. 

sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s